Dituding Lakukan Pengancaman Dengan Badik, Ali ; Saya Hanya Menjaga Diri.

0
532
Ket: Gambar Ilustrasi
MAMUJU,LensaSulawesi.Com – Dugaan pengancaman yang dilakukan oleh Pejabat Negara Alias Dennu selaku PPK pekerjaan proyek Rutan kelas II Mamuju khusus anak kepada kontraktor Basri, ditanggapi oleh Alias Dennu.
Menurut Alias Dennu, bahwa dirinya tidak perna melakukan pengancaman tetapi hanya sekedar jaga diri saja.
“Saya tidak perna melakukan pengancaman justru saya yang mendapat ancaman melalui telephone dari orang yang saya tidak kenal. Memang saat itu saya pegang badik tetapi tidak perna melakukan pengancaman,”ucap Ali di salah satu warkop Selasa, (24/7/2018)
Selai itu, Ali juga menceritakan bahwa mesti sebelumnya ia mendapat ancaman tapi harus tetap ke tempat pekerjaan untuk menjalankan tugas negara.
“Saya selaku pejabat negara yang ditugaskan oleh KPA untuk melaksanakan tugas di lapangan maka harus saya ke lapangan selagi saya belum mundur dari tugas saya,”urainya
Adapun kronologi dugaan pengancaman yang dialamatkan padanya, Ali memaparkan bahwa pada saat itu dirinya sedang beristirahat di sebuah pondok yang ada di tempat pekerjaan, namun tiba-tiba Basri datang ke tempatnya.
“Kebetulan saya banyak badik koleksian jadi salah satunya saya bawa untuk jaga diri, dan pada saat Pak Basri masuk ketempat saya badik itu saya sudah pegang,”jelasnya
BACA JUGA: Ribut-Ribut Proyek Rutan Anggaran 12 M, Pejabat PPK Diduga Intimidasi Kontraktor Dengan Badik.
Ali juga mengakui bahwa badik tersebut memang ia pegang tetapi tidak ada samasekali melakukan pengancaman.
“Saya memang pegang badik tetapi saya tidak perna ancam dia, cuman dipegang saja,”urai Alias Dennu
Ditambahkannya, bahwa hal tersebut dilakukan karena sebelumnya mendapat ancaman bahwa akan didatangkan massa sekitar seratus orang maka wajar untuk menjaga diri.
“Pikiran saya saat mereka datang akan mengerjain saya karena sudah ada ancaman sebelumnya. Sebagai manusia biasa pasti punya ketakutan tetapi karena saat itu saya menjalankan tanggung jawab tugas negara maka saya tetap berada di lokasi pekerjaan,”tuturnya
Ditempat berbeda, Basri mengatakan bahwa kedatangannya pada saat itu hanya untuk mempertanyakan apakah ada pekerjaan yang bisa ia kerjakan atau tidak ada.
“Saya tidak perna bicara seperti itu apalagi mau melakukan pengancaman, justru saya datang di lokasi dengan itikad baik mempertanyakan apakah ada pekerjaan yang bisa saya kerjakan atau tidak”.Tutup Basri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here