“Hengkang” Dari Hanura, Naim Resmi Nyaleg Lewat PPP, Ini Alasannya.

0
874
Muhammad Naim Samad, resmi menjadi kader partai PPP saat mendaftar di KPU kabupaten Mamuju sebagai calon anggota DPR kabupaten Mamuju Dapil IV, Periode 2019/2024.
MAMUJU,LensaSulawesi.Com – Dia Muhammad Naim Samad, namanya cukup dikenal dikalangan pemuda khususnya para aktivis di Mamuju. Dikenal sebagai sosok pemuda aktip melakukan pandampingan masyarakat, baik dalam kasus hukum atau kasus-kasus lainnya, serta aktip dalam melakukan kegiatan-kegiatan sosial selama dia menyandang status sebagai aktivis Kampus di Mamuju.
Muhammad Naim, merupakan Mantan Ketua Umum Pengurus Pusat IPMAPUS Sulbar periode 2014/2016, dirinya mulai meniti karir politik sejak dia resmi mendaftar di KPU Kabupaten Mamuju, selasa kemarin, 17 juli, sebagai bakal calon anggota DPR Kabupaten Mamuju lewat partai PPP dengan nomor urut 2 di Dapil IV, yang meliputi Kecamatan Kalukku, Bonehau, Kalumpang pada Pemilu 2019 tahun depan.

Baca Juga : Didominasi Pemuda, PPP Optimis Rebut Minimal 1 Kursi Disemua Dapil di Mamuju.

Mantan aktivis ini mulai berkipra di dunia politik sejak masa jabatannya berakhir di IPMAPUS tahun 2016 lalu, hingga bergabung sebagai Pengurus DPD I Partai HANURA Sulawesi Barat awal tahun 2018.
Muhammad Naim Samad saat menjadi pengurus DPD I Hanura Sulbar dan sebelum pindah ke partai PPP.
Namun pada pemilu 2019 mendatang, dia mundur dari partai HANURA dan memilih partai PPP besutan Gus Romy sebagai kendaraannya.
Menurutnya, dia memilih partai PPP sebagai kendaraannya karena alasan peluang dan kenyamanan.
” Jadi secara resmi saya sudah mundur dari pengurus partai Hanura, dan tidak ada alasan prinsip yang membuat saya mundur, hanya saja secara pribadi untuk Pileg tahun depan kita butuh hitungan yang matang untuk menang, tentunya ini soal peluang dan kenyamanan sehingga saya pindah ke PPP, ” ujar Naim usai Pendaftaran kemarin di KPU.
Selain itu, Naim juga menjelaskan alasan dan motivasinya masuk kedunia politik dan memberanikan diri maju sebagai calon anggota DPR.
Menurutnya, peran dan fungsi DPR khususnya di Mamuju masih sangat lemah dan belum optimal yang menjadi alasan mendasar dirinya maju di DPR.
” Masuk di dunia politik adalah sala satu cara untuk melanjutkan perjuangan saya selama di Kampus, dan di DPR sebagai agen diplomasi adalah tempat yang paling tepat,” pungkas Naim, yang juga merupakan mantan aktivis jebolan HMI ini.
Peran dan Fungsi DPR belum mampu memuaskan ekspestasi public,” sambungnya.
” Tupoksi anggota DPR di Mamuju belum sepenuhnya berjalan, utamanya Fungsi pengawasan dan Anggaran. Dimana DPR memiliki tanggung jawab pengawasan terhadap kebijakan pemerintah, ” kata Naim.
DPR perlu bersikap kritis terhadap program-program pemerintah yang berdampak langsung bagi rakyat, dan ini masih lemah di DPR, akibatnya program pembangunan pemerintah daerah belum merata ke semua desa dan kecamatan di mamuju,” ujarnya.
Kebutuhan masyarakat belum terserap dengan baik oleh DPR, sehingga hak mereka belum tersalurkan dan tidak tersampaikan dengan baik, inilah yang menjadi dasar saya masuk di DPR, ” tutup Muhammad Naim Samad.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here