Kisah Sedih Rahayu Dari Panggung Elekton Menuju Panggung Indosiar.

0
1752
MAMUJU, LensaSulawesi.Com – Dialah Rahayu, kontestan Liga Dangdut Indonesia (LIDA) perwakilan Sulawesi Barat. Penyanyi berparas cantik, berkulit hitam manis yang satu ini mulai banyak dibicarakan oleh pecinta musik dangdut di sulawesi barat. Selain karena suaranya yang merdu, keramahannya dalam bergaul serta tutur sapanya yang santun menjadikan dirinya lebih banyak disukai orang.
1, 2 sampai 3 lagu yang dinyanyikan Rahayu sempat menjadi viral di media sosial, saat sejumlah penggemarnya mengunggah video berdurasi pendek itu melalui facebook, youtube hingga ditonton ribuan orang.
Berikut kisah pendek perjalanan Rahayu dari panggung music Elekton menuju panggung Liga Dangdut Indonesia.
Sri Rahayu adalah nama panjangnya, anak dari sepasang suami-istri yaitu Makmur (53 tahun) dan Hafiah (39 tahun), tinggal di sebuah desa kecil Botteng Utara, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat.
Gadis berbakat ini dilahirkan di lingkungan keluarga yang tidak mampu pada tanggal 01 Juli 2002 di dusun Pepanga Botteng Utara, sebuah kampung kecil yang jumlah penduduknya kurang dari 2.000 jiwa.
Jika dilihat dari tanggal kelahirannya Rahayu ini berumur 15 tahun dan masih duduk di bangku kelas 3 MTS Binanga Mamuju.
Rahayu adalah putri bungsu dari tiga bersaudara, kakak pertamanya bernama Dewi Maryam (21 tahun) dan kakak keduanya bernama Yustika Marhama (18 tahun). Mereka tinggal di sebuah rumah sederhana berdinding bata bercampur papan, dan berlantai tembok yang kasar. Ayahnya yang berprofesi sebagai petani kakao (coklat) sedangkan Hafiah ibunya hanya bekerja mengurus rumah tangga dan kadang ikut membantu suaminya dalam bekerja kebun.
Diceritakan oleh Makmur ayah Rahayu, katanya, musik bukan sesuatu yang baru dalam kehidupan keluarganya, sebab menurutnya, dulu kakek Rahayu (ayah kandung Makmur) adalah seorang penyanyi dikampungnya pada era orde baru, kira-kira era tahun 90-an, dikenal dengan zaman lagu dan music ‘Kecapi’ saat itu.
Namun, ada cerita sedih dibalik kisah Rahayu yang lahir dari keluarga yang sangat sederhana ini, ” saya akan mulai cerita Ayahnya “dari Rahayu tak dikenal sampai terkenal lolos sebagai peserta Liga Dangdut Indonesia.
Sejak kecil bakat bernyanyi Rahayu sebetulnya mulai terlihat, ditandai dengan dirinya sangat menggemari musik-musik dangdut, kadang dia bernyanyi sambil joget kala ruangan rumahnya terlihat sepih.
Pertama kali Rahayu dikenal di dunia tarik suara ketika sering di ajak Dewi yang tak lain adalah kakaknya untuk bernyanyi diatas panggung Elekton (panggung music penghibur pengantin pernikahan), kala itu Rahayu masih duduk dibangku kelas 6 SD Pasada’ di desa Botteng Utara.
Dewi kakak pertama dari Rahayu kelahiran 18 juli 1997 ini, sebetulnya adalah penyanyi dan memiliki suara yang tidak kalah merdunya dengan adiknya, namun mungkin nasib yang membedakan perjalanan hidup 2 anak gadis desa ini,” kira-kira begitulah kesimpulan Makmur saat menceritakan kisah dua anak gadisnya.
Memang suara merdu kedua gadis ini disukai dan diakui banyak orang di kampungnya. Sejak mengenal musik, Rahayu selalu bercita-cita menjadi penyanyi terkenal sampai-sampai mengidolakan banyak artis dangdut seperti Ike Nurjanna dan Elvi Sukaesi.
Berbeda dengan Dewi kakaknya, walau memiliki bakat penyanyi, dirinya justru bercita-cita menjadi dokter hingga sempat kuliah si Stikes Fatima Mamuju, namun niat menjadi dokter harus terkubur lantaran kondisi ekonomi keluarga yang tak mampu membuat dewi harus berhenti kuliah.
Waktu berlalu, tak terasa segelas kopi yang disajikan untuk saya yang sedang bertamu, tanggal 26 januari 2018 lalu, mulai habis, sementara cerita ayah Rahayu masih bersambung.
Semenjak berhenti kuliah di STIKES FATIMA, menurut cerita ayahnya, Dewi memilih pindah di perguruan tinggi STIE milik Muhammadiyah Mamuju, sementara adik keduanya Yustika Marhama duduk dibangku kelas 3 MAN Mamuju.
Karena penat dan pahit hidup keluarganya membuat Rahayu bersama kakaknya Dewi harus ikut mencari nafkah, bermodalkan suara kedua anak gadis Makmur ini bernyanyi di panggung Elekton pengantin untuk kebutuhan biaya sekolah dan kuliahnya. Kadang pula honor dari hasil bernyanyi, mereka sisipkan untuk kebutuhan dapur keluarganya.
Sejak tahun 2010, Rahayu dan Dewi mulai bernyanyi dan dihonor sebesar 50.000 rupiah sekali manggung, kalau dibandingkan dengan waktu yang dibuang hingga larut malam mungkin ini terbilang sedikit, tapi itu tidak membuat kedua anak ini putus asa.
Meski harus pulang hingga jam 12 malam tak membuat kedua anak ini mengeluh, belum lagi, Dewi harus bangun pagi lebih awal karena ingin mengantar kedua adiknya ke sekolah yang berjarak tidak kurang 15 Km dari rumahnya, tapi itu justru membuat mereka terlihat semakin kompak.

Berikut Video Kisah Pendek Rahayu.

Seiring bertambahnya usia dan tenaganya yang mulai berkurang, tahun 2014, Makmur mulai diserang penyakit Asma, harus terbaring lama dan tak mampu berkerja sekuat dulu. Kondisi Makmur membuat kedua anak ini semakin gigih dalam bernyanyi guna meringankan beban keluarganya.
Sesekali waktu libur, ketiga gadis bersaudara ini ikut bekerja kebun, kadang sepulang sekolah Rahayu mengambil pakan ternak peliharaan ayahnya. Apalagi semenjak ayahnya terbaring sakit. Tak memiliki saudara laki-laki membuat ketiga gadis ini tidak punya pilihan lain, selain berkerja menggantikan posisi ayahnya.
Diceritakan juga, selain jadi penyanyi dangdut, Dewi dan Rahayu juga kadang bernyanyi marawis (lagu ke arab-arab begitu), keduanya sering tampil dan menjuarai lomba pentas musik mulai dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten hingga kedua gadis ini perna ikut Lomba Lembaga Qasidah Indonesia (LASQI) mewakili Sulawesi Barat di Sumatera tahun 2017 lalu.
Rahayu juga perna juara lomba di Festival musik yang digelar Makodim 1418 Mamuju tahun lalu.
Singkat cerita, kegigihan dan kecintaan Musik kedua gadis ini ternyata tak sia sia, hingga tiba saatnya iklan audisi Liga Dangdut Indonesia digelar di sulawesi barat disiarkan lewat televisi.
Ajang bergengsi ini tidak dilewatkan begitu saja oleh Rahayu dan Dewi, dalam hati mereka berharap dapat wujudkan mimpinya sebagai penyanyi terkenal, hingga keduanya pun ikut mendaftarkan diri.
Nomor peserta pun kini melekat di dada sebagai bukti mereka telah terdaftar, Rahayu dapat nomor peserta 16 sedangkan Dewi dapat nomor peserta 17.
Namun keberuntungan lebih berpihak ke Rahayu, dari 378 peserta yang mendaftar termasuk Dewi kakaknya, Rahayu adalah sala satu dari 5 orang yang terpilih sebagai Duta Liga Dangdut Indonesia mewakili sulawesi barat.
Meski tak lolos, air mata bahagiapun menetes di pipi dewi dan kedua orang tuanya sebagai bentuk syukur karena adiknya masih terpilih dari ratusan pesaingnya.
Keduanya tak perna menyangkah kalau sala satu diantara mereka akan diberi kesempatan untuk tampil di panggung megah indosiar.
Informasi yang disampikan pihak Indosiar melalui telepon genggam membuat Rahayu dan Dewi tak henti-hentinya bersyukur. Kini Rahayu mulai berbenah dan menyiapkan dirinya untuk tampil konser perdana di panggung indosiar tanggal 25 Februari 2018 mendatang.
Mamuju, 4 Februari 2018/monas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here