Korupsi Anggaran Kelompok Tani, 2 Oknum PNS Sulbar Terancam 20 Tahun Penjara

0
136
Gambar Ilustrasi
MAMUJU,Lensasulawesi.com – Polres Mamuju menetapkan Dua orang tersangka kasus korupsi Anggaran APBD-P Tahun 2013 pada Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Barat.
Hal ini disampaikan Sat Reskrim Polres Mamuju melalui pres Release di Kantor Polres Mamuju, Senin (10/12/2018).
Dua tersangka dengan inisial ZM (57) dan SPR (57) ditangkap setelah terbukti melakukan tindak pidana korupsi Anggaran APBD-P Tahun 2013 dengan kerugian Negara mencapai satu miliar rupiah.
Kasat reskrim Polres Mamuju AKP. Syamsuriansyah menjelaskan, Anggaran tersebut merupakan perluasan kebun kelapa sawit di Kecamatan Tommo yang tidak tersalurkan.
“kerugikan negara senilai Rp.1.017.500.000 (Satu Milyar Tujuh Belas Juta Rupiah). Ini merupakan anggaran perluasan kebun kelapa sawit yang tidak tersalurkan” jelas Kasat Reskrim
Menurutnya, dari hasil penyelidikan bahwa pada tahun 2013 terdapat kegiatan di Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Barat berupa belanja upah kerja pembukaan lahan/land clearing atas kegiatan pengembangan perluasan dan pengelolaan lahan pertanian yang dananya bersumber dari APBD-Perubahan dengan jumlah Pagu Rp.1 035.500.000 ( satu miliar tiga puluh lima juta lima ratus rubu rupiah).
“Dari hasil penyelidikan diketahui bahwa anggaran tersebut diperuntukan kepada 11 kelompok tani dengan rincian bantuan sejumlah 92.500.000 (sembilan puluh dua juta lima ratus ribu rupiah) untuk setiap kelompok tani” urai Syamsuriansyah
Kegiatan tersebut terlaksana dari bulan November sampai dengan Desember 2013, dimana pengerjaannya dilakukan dengan cara swakelola oleh 10 Kelompok Tani di Desa Leling Utara dan 1 Kelompok Tani di Desa Saluandeang, Kecamatan Tommo, Kabupaten Mamuju.
Syamsuriansyah yang baru beberapa hari menjabat sebagai Kasat Reskrim menambahkan, dari dua tersangka dipastikan akan ada tersangka baru atas kerugian negara tersebut.
“Akan ada tersangka baru, tapi kami belum bisa menyebutkan”paparnya
Kedua tersangka melanggar pasal 2 dan pasal 3 undang-undang RI Nomor 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi junto undang-undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang perubahan atas undang-undang RI Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi juncto pasal 55 ayat 1 KUHP.
Atas perbuatannya, kedua tersangka terancam pidana kurungan paling lama 20 tahun penjara. (Shirman)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here