Mantan Direksi Tehnis Pendidikan Kebudayaan Sulbar Sebut Ada 33 Pokir Yang Bukan Milik Terdakwa

0
199
MAMUJU, LensaSulawesi.Com – Terdakwa dugaan tindak pidana korupsi APBD tahun 2016 Munandar Wijaya, kembali hadir di Pengadilan Negeri Mamuju, rabu kemarin, 30 mei 2018.
Selain itu, Mantan Direksi Tekhnis Dinas Pendidikan Kebudayaan Provinsi Sulbar, Liviyanti, juga dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan.
Dalam persidangan tersebut, ketua hakim Beslin Sihobing, S.H.,M.H, lebih banyak melayangkan pertanyaan kepada saksi dan menggali informasi terkait hubungan saksi dan beberapa direktur yang disebutnya sebagai rekanan. Bahkan, ketua Hakim mempertanyakan SK Mantan Direksi Tekhnis Dinas Pendidikan Kebudayaan Provinsi Sulbar tersebut.
“di Dinas itu pakai SK atau ditunjuk saja ?,” tanya Hakim Ketua.
“Ada SK dari dinas Pendidikan dan Kebudayaan waktu itu yang ditanda tangani Kepala Dinas Pendidikan,”Jawab saksi.
Liviyanti juga menjelaskan, ada beberapa paket-paket pekerjaan pembangunan fisik yang melekat pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tetapi pekerjaan tersebut sudah selesai 100 persen dan sudah sesuai prosedur pekerjaan serta sudah diserahterimahkan kepihak yang bersangkutan.
Dalam keterangan saksi juga dikatakan bahwa, tidak mengenal ataupun perna berkomunikasi dengan terdakwa Munandar Wijaya.
Pihaknya hanya mengenal pelaksana dan direktur perusahaan yang mengerjakan paket-paket yang ada pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tersebut.
Saat Penasehat Hukum Munandar Wijaya bertanya kepada saksi, “Apakah saksi perna menghubungi terdakwa Munandar ?,”.
Namun, saksi kembali mengatakan bahwa pihaknya tidak mengenal Munandar dan tidak ada kepentingan dengan terdakwa Munandar.
Kami tidak perna menelpon Munandar Wijaya karena kami tidak punya kepentingan,” tegas Liviyanti.
Saksi juga menyebutkan, selain Empat pekerjaan yang disebut para rekanan sebagai milik terdakwa Munandar, juga terdapat puluhan pekerjaan lainnya dari anggota DPRD.
“Diluar dari Empat pekerjaan ini memang ada pekerjaan lainnya dari anggota DPR yang lain,” papar saksi.
Terdakwa Munandar Wijaya menanyakan, apakah ada paket pekerjaan yang melekat pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan selain dari pokir yang di anggap milik saya ?,” tanya Munandar.
“Maaf pak data saya ada pada dinas tersebut tetapi kalau tidak salah ada sebanyak 33 paket pekerjaan yang melekat di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan diluar yang dianggap milik bapak” tutup saksi Liviyanti.(red/*)Shirman.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here