Mengenal Cici Gunarsih, Pemilik Suara Merdu Asal Sulbar.

0
3502
Ket. Photo : Cici Gunarsih (Kontestan Liga Dangdut Indonesia) Perwakilan Sulawesi barat
SULBAR, LensaSulawesi.Com – Memiliki impian besar menjadi seorang penyanyi terkenal rupanya bukan angan-angan belaka. Sejak kecil ia telah memperlihatkan talenta bernyanyinya. Adalah Cici Gunarsih. Putri pasangan Ruslan dan Hanapia itu lahir di Tamasapi, sebuah daerah kecil dikabupaten Mamuju, Sulawesi barat 19 Tahun silam.
Sejak kecil ia sangat suka mendengar dan melihat orang yang bernyanyi. Bahkan  di usianya yang baru menginjak empat tahun ia suka bercuap-cuap dan bergaya layaknya seorang penyanyi didepan orangtuanya. Kegemarannya dalam bernyanyi berlanjut hingga duduk dibangku SMA.
Saat ini, Cici gunarsih mencatatkan namanya sebagai perwakilan Sulawesi barat diajang Liga Dangdut (LIDA) Indonesia. sebuah kontestasi dangdut terbesar yang digelar pada pertengahan Januari 2018 di studio Indosiar jakarta.
Suara merdu yang Cici Gunarsih punya kerap kali mencatatkan namanya sebagai pemenang diberbagai ajang lomba. Sebut saja diantaranya adalah Juara I (satu) Band acoustik/ Vocalist pada Fls2n Tingkat kabupaten tahun 2016, Finalis tangga bintang TVRI Sulbar tahun 2015 dan 2016 serta menjadi Finalis Star Voice III tahun 2016.
Semasa sekolah, Gadis cantik yang akrab disapa Cici itu dikenal dengan sosoknya yang pendiam dan taat ibadah. Ia adalah murid yang pintar. Sejumlah prestasi telah ia torehkan, diantaranya yakni, Cici pernah menjadi Juara I (satu) pidato bahasa inggris tingkat kabupaten dan Juara I (satu) pada lomba cerdas cermat empat pilar kebangsaan MPR-RI tingkat kabupaten tahun 2016
Selain itu, kepandaian dan paras cantik yang ia miliki juga menjadikan dirinya sebagai Duta Museum sulbar di Bali tahun 2015 serta ditahun yang sama pula ia menjadi Putri disekolahnya. (Putri Smansa)
Namun sejumlah prestasi tersebut tak membuat dirinya lantas berbangga diri. Menurutnya, ketaatan dalam beribadah adalah hal utama baginya. Sungguh, Penulis terharu mendengar jawaban singkat Gadis mungil itu. Mengaji selepas shalat adalah rutinitasnya. Maka tak heran jika kebiasaan dan suara merdunya itu pun membuatnya pernah menjuarai lomba seni baca alqur’an tahun 2014 lalu.
Ditemui dikediamannya, Senin (22/01/2018) Sore, Cici menceritakan banyak kisah mengharukan tentang dirinya. dengan mata yang berkaca-kaca, Cici bercerita bahwa demi menempuh pendidikan, sejak SMP ia tidak tinggal serumah bersama kedua orangtuanya. semasa duduk dibangku SMP, Cici tinggal bersama tantenya, dan saat memasuki bangku SMA Cici lalu kemudian tinggal bersama pamannya, sementara orang tuanya tinggal diperkampungan Tamasapi, sebuah daerah kecil yang jaraknya sekitar 2 (dua) kilometer dari tempat tinggalnya yang sekarang.
Meski begitu, Cici mengaku Paman dan tantenya itu sudah menganggap dirinya sebagai anak sendiri. Keduanya memperlakukan Cici sebagai anak sendiri,” Ucapnya.
Selain itu, Cici juga menceritakan tentang harapan besarnya untuk melanjutkan pendidikan dibangku kuliah. Ia mengaku pernah mendapat kesempatan untuk melanjutkan pendidikannya disalah satu perguruan tinggi ternama disulawesi selatan selepas SMA. Waktu itu, Cici mendapat jalur undangan khusus untuk kuliah disana, namun karena faktor ekonomi keluaraga yang kurang mampu sehingga ia tak memenuhi undangan tersebut dan hanya sampai pada verifikasi tahap satu.
Saat itu cici mengaku sempat putus harapan. Namun orang-orang terdekatnya selalu mengingatkan akan ada hikmah dibalik itu. Cici mengaku, Pamannya selalu meyakinkan dirinya tentang rencana Tuhan yang lebih baik untuknya dikemudian hari.
Hingga pada akhirnya Cici memutuskan untuk melanjutkan kuliahnya di Universitas Tomakaka mamuju tahun 2017 kemarin. Menjalani aktifitas sebagai mahasiswi, gadis cantik asal Pitu Ulunna Salu (PUS) ini juga dikenal sebagai anak organisasi. Ia banyak menimbah ilmu dibeberapa organisasi mahasiswa nasional maupun lokal.
Untuk lolos mewakili sulawesi barat di ajang Liga Dangdut Indonesia, Cici mengaku sempat kecapeaan saat audisi berlangsung. Pasalnya, ia mengaku mendapat giliran paling belakang. Namun support yang terus diberikan oleh paman dan keluarganya kala itu membuat dirinya kembali bersemangat hingga pada akhirnya lolos bersama empat pesaing lainnya.
Kepada penulis, Cici juga menceritakan akan mempersembahkan yang terbaik untuk sulawesi barat, minimal memperkenalkan budaya dan pariwisata sulbar. Sebab, di LIDA kita tidak hanya dituntut untuk bernyanyi dangdut. Akan tetapi lebih kepada pengetahuan wawasan kebudayaan dan pariwisata,’’ Ucapnya
Untuk itulah dirinya mengharapkan do’a dan dukungan dari segenap warga masyarakat Sulawesi barat dalam ajang tersebut nantinya.
Prestasi yang pernah ditorehkan Cici gunarsih diantaranya :
  1. Putri SMANSA Mamuju Thn 2015
  2. Finalis Star Voice III Thn 2016
  3. Juara I (Satu) Band acoustik/ Vocalist pada Fls2n Tingkat kabupaten Thn 2016
  4. Finalis tangga bintang TVRI Sulbar Thn 2015 dan 2016
  5. Duta Museum Sulbar di Bali Thn 2015
  6. Juara I (Satu) Pidato Bahasa Inggris tingkat Kabupaten
  7. Juara I (Satu) Seni Baca Alqur’an Fls2n Thn 2014
  8. Juara I (Satu) Cerdas cermat 4 pilar kebangsaan MPR-RI tingkat Kabupaten Thn 2016
(AMR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here