Pelaku Pembunuhan Di Topoyo Mengaku Melakukan Karena Diancam, Begini Pengakuannya.

0
11902
DRM (30) DIduga Sebagai Pelaku Pembunuhan Terhadap Jaluddin
MATENG – Tim Resmob Polda sulbar berhasil mengungkap pelaku pembunuhan yang terjadi di Topoyo Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng). Peristiwa ini terjadi pada Jumat 05 Oktober 2018 kemarin.
Tim Resmob Polda Sulbar melakukan penyelidikan setelah mendapat informasi dari masyarakat bahwa telah ditemukan sosok mayat laki-laki di pinggir jalan di Topoyo Kabupaten Mateng.
Atas informasi tersebut, Tim Resmob Polda Sulbar melakukan koordinasi dengan kanit Reserse Polsek Topoyo. Dari hasil koordinasi dibenarkan bahwa di duga telah terjadi tindak pidana pembunuhan terhadap seorang laki-laki atasnama Jaluddin alias Jalu.
Berdasarkan surat perintah penyelidikan nomor : Sp.Lidik/115/X/2018/Ditreskrimum tgl 5 oktober 2018 Tim Resmob Polda Sulbar melakukan penyelidikan.
Dari hasil penyelidikan dan keterangan saksi, Tim Gabungan Resmob Polda, Polsek topoyo dan Polsek Sampaga berhasil mengamankan seorang perempuan yang mengaku bernama DRM (30) Alamat Tabolang, Kecamatan Topoyo Mateng.
Saat diintrogasi, pelaku Menceritakan bahwa pada hari kamis sekitar jam 19.00 Wita, dia mendapat telpon dari Jaluddin yang intinya mengajak untuk jalan-jalan tetapi waktu itu pelaku menolak ajak tersebut. Namun  karena diancam akan membeberkan kepada suami dan keluarga pelaku atas pemerkosaan yang perna dilakukannya terhadap dirinya sehingga Pelaku menerima ajakan tersebut.
Selanjutnya, mereka sepakat untuk bertemu di pertigaan jalan Salupangkang  poros Palu. Setelah sampai di tempat yang disepakati, pelaku melihat Jaluddin duduk diatas sepeda motornya yang diparkir di pinggir jalan. Tanpa pikir panjang dia langsung naik ketas sepeda motor milik Jaluddin dan pergi kearah kota Topoyo.
Sebelum sampai di kota Topoyo tepatnya disamping bekas pos lantas Topoyo, Jalu membelokan motornya masuk kejalan Tani yang sekitar 200 meter dari jalan poros. Saat itu, Jalu memberhentikan sepeda motornya dan menyuruh DRM turun dari sepeda motor.
Pelaku juga menceritakan, saat turun dari motor, Korban langsung memutar sepeda motornya dengan alasan kalau sudah selesai langsung pulang.
Usai memarkir sepeda motornya, Korban mendekati pelaku yang sementara berdiri dalam keadaan gelap dan menyuruh untuk membuka pakaiannya, namun pelaku menolak dan mengatakan “jangan, saya adami suamiku dan kita juga adami istrita”jelas DRM menceritakan
Lebih jauh DRM bercerita, bahwa pelaku tetap memaksanya untuk mengikuti napsunya. Saat Korban bermaksud untuk membuka ikat pinggangnya, pelaku langsung menarik pisau yang diselipkan didalam lengan kemejanya dan menusukan kearah perut Jalu sebanyak satu kali.
Setelah dia menusuk perut korban, Pelaku langsung meninggalkan TKP dan berjalan kaki pulang kerumahnya yang jaraknya sekitar 3 km.
Pelaku juga menjelaskan bahwa hal tersebut ia lakukan karena dirinya akan diperkosa lagi, dan adapun sebilah pisau yang ia gunakan adalah miliknya yang mana pisau tersebut digunakan sebagai pemotong ikan yang dia bawah memang setelah menerimah telpon dari Korban.
Pelaku juga mengakui, kejadian ini dilakukan sendiri tanpa ada seorang pun yang tahu.
Namun, setelah pelaku mendengar informasi dari iparnya bernama Marsiah bahwa suaminya ditangkap oleh Polisi, pelaku langsung bercerita kepada iparnya bahwa dirinya melakukan pembunuhan di Topoyo. Pelaku juga menyampaikan kepada iparnya bahwa suaminya tidak tahu apa-apa karena yang membunuh Jalu adalah dirinya bukan suaminya.(Rls/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here