Ribut-Ribut Proyek Rutan Anggaran 12 M, Pejabat PPK Diduga Intimidasi Kontraktor Dengan Badik.

0
1777
Ketfot: Pejabat PPK (Ali Dennu) Sedang Memegang Sebilah Badik
MAMUJU,LensaSulawesi.Com – Salah satu kontraktor merasa mendapat intimidasi dari Alias Dennu selaku pejabat PPK pekerjaan  pembangunan Rumah Tahanan (Rutan) Khusus Anak Kelas II Mamuju.
Basri menceritakan,  bahwa dirinya mendapat intimidasi saat ia menemui Alias Dennu di tempat pekerjaan yang terletak di Kecamatan Kalukku Kabupaten Mamuju.
“Saya berniat baik menemui beliau (Alias Dennu, red) di lokasi pekerjaan untuk mempertanyakan berapa nilai pekerjaan yang akan saya kerjakan, tapi bukannya mau direspon secara baik malahan saya diintimidasi pak Ali dengan mengeluarkan badik dari tasnya, sehingga sayapun dengan teman-teman langsung pulang ke Mamuju,” ucap Basri.
Selain itu, Basri juga menceritakan kronologi proyek pembangunan rumah tahanan khusus anak kelas II Mamuju itu, yang menyebabkan dirinya mendapat intimidasi dari pejabat PPK.
“Awalnya saya memasuki tender pekerjaan pembangunan rumah tahanan khusus anak kelas II Mamuju yang berlokasi di Kalukku kabupaten mamuju, dengan anggaran senilai 12 M. Setelah evaluasi teknis dan evaluasi administrasi dari sembilan penawar, hanya PT. Pratama Godean Jaya yang diundang untuk pembuktian kualifikasi sampai pada tahap pengumuman,” jelas Basri.
Lanjut, Basri bercerita, setelah tahap penerbitan Surat Penunjukan Penyedia Barang dan Jasa (SPPBJ), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) menolak hasil pengumuman pokja karena merasa dihianati pokja.
Bahkan, Basri juga menceritakan bahwa Pak Ishak diduga melakukan intimidasi pokja dengan mengatasnamakan perintah menteri Hukum dan HAM.
“Karena perusahaan PT. Bumi Permata Kendari milik Pak Ishak tidak menang, akhirnya dia mengintimidasi pokja dengan memperlihatkan fotonya yang duduk bersama pak menteri, bahwa perusahaan ini harus menang karena ini perintah dari pak menteri,” papar Basri.
Basri selaku pemenang tender pekerjaan yang dikuasakan oleh PT. Pratama Godean Jaya akhirnya menemui Ali Dennu selaku pejabat PPK, namun Ali Dennu menyampaikan bahwa pekerjaan tersebut dibagi secara rata bersama PT. Bumi Permata Kendari.
“Setelah beberapa hari kemudian, saya selaku pihak yang dikuasakan PT. Pratama Godean Jaya menemui pak Ali untuk berkoordinasi, namun pak Ali menyampaikan bahwa pekerjaan ini harus dibagi secara rata ke PT. Bumi Permata Kendari, sehingga dengan pertimbangan baiknya saya pun menyerahkan pekerjaan  tersebut.” papar Basri.
Selanjutnya, pada Senin (23/7/2018) kemarin, sekitar pukul 15.00 wita, Basri kembali menemui Ali Dennu di tempat proyek pekerjaan tersebut untuk mempertanyakan berapa nilai pekerjaan yang akan ia kerjakan, namun justru merasa mendapat intimidasi dari Ali Dennu.
Atas dasar tersebut, Basri saat dikonfirmasi mengatakan akan melaporkan kejadian ini ke pihak yang berwajib.
Hingga berita ini dirilis, laman ini masih berusaha menghubungi pejabat PPK untuk dilakukan klarifikasi selanjutnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here