Setelah Mendengar Pernyataan Saksi, Majelis Hakim Tangguhkan Penahanan 4 Pimpinan DPRD Sulbar

0
767
MAMUJU, LensaSulawesi.Com -Pengadilan Negeri Mamuju kembali menggelar sidang Empat terdakwa dugaan tindak pidana korupsi APBD tahun 2016.
Pada sidang tersebut, JPU menghadirkan beberapa saksi yang diduga ada keterlibatan terkait pekerjaan yang disangkahkan kepada Empat unsur pimpinan DPRD Provinsi Sulawesi Barat.
Terlihat, sidang yang dimulai pada pukul 10.30 Wita, para terdakwa secara bergantian menjalani persidangan. Selain itu, para saksi juga secara bergantian memberikan keterangannya.
Setelah mendengar semua keterangan saksi, Ketua Majelis Hakim Besling Sihombing, SH yang memimpin persidangan langsung membacakan surat penangguhan Empat terdakwa secara bergantian.
Dalam surat penangguhan tersebut dikatakan, bahwa ke Empat terdakwa diberikan penangguhan sejak dini hari tanggal 6 Juni tahun 2018 dengan berbagai persyaratan dan jaminan.
Penangguhan tersebut dikabulkan oleh majelis hakim setelah diusulkan oleh para Penasehat Hukum terdakwa dengan alasan agar terdakwa dapat menjalankan ibadah Idhul Fitri bersama keluarga.
“Atas penangguhan tersebut, Majelis Hakim menanggung beban yang berat, namun kami juga mengutamakan prikemanusiaan” ucap Besling Sihombing.
Menurut ketua Majelis Hakim, penangguhan Ini merupakan pertarungan intregritas majelis hakim maka dari itu terdakwa dihimbau untuk tidak menyia-nyiakan kepercayaan majelis hakim.
“Saya meminta kepada para terdakwa untuk tetap koperatif dan menjalankan secara baik penetapan ini sesuai dengan penangguhan dari majelis hakim tersebut” himbaunya.
“Selama menjalankan penahanan kota para terdakwa dilarang melaksanakan aktifitas politik, karena sesuai dengan esensi penangguhan hanya menjalankan ibadah” papar Besling Sihombing.
Untuk diketahui, para terdakwa hanya mendapat penangguhan selama 15 hari. Setelah itu, terdakwa kembali menjalani proses masa tahanan di Rutan Mamuju. (red/*)Shirman.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here