Sulawesi Barat Miliki Potensi Cadangan Nuklir 70.000 Ton.

0
650
Foto : Reuters.
MAMUJU, LensaSulawesi.Com – Indonesia yang terkenal dengan negara maritim ternyata memiliki sumber daya alam yang dapat menghasilkan nuklir. Ketersediaan nuklir dapat menopang kebutuhan listrik.
Ditulis oleh Jurnalis Prayuda dari laman okezone.com, tepatnya di Desa Boteng, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), tertanam sedikitnya 70.000 ton potensi cadangan uranium terbesar di Indonesia, sehingga dapat digunakan sebagai bahan bakar Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Selain terletak di kawasan tersebut, potensi cadangan tercatat juga diare Kalan dan Bangka.
Kepala Bidang Radiokologi, Pusat Teknologi Keselamatan dan Metrologi Radiasi (PTKMR) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) Dadong Iskandar memebeberkan, bahwa memang benar adanya potensi cadangan uranium dengan tingkat cadangan tersebut diwilayah region tersebut. Bukan hanya uranium, Indonesia juga memiliki potensial dengan cadangan nuklir jenis lainnya.
Potensi Nuklir jenis lain yang dimaksud yakni thorium dengan kapasitas maksimal yang mencapai 130.000 ton, bahkan hampir 2 kali lipat potensi uranium. Akan tetapi, dia tak mau berspekulasi lebih jauh akan potensi nuklir yang selama ini terdapat di kawasan Mamuju. Dirinya hanya menggambarkan bagaimana proses mulai ditemukannya energi cadangan tersebut.
“Ini masih membutuhkan kajian lebih jauh lagi. Akan tetapi proses penemuannya sendiri melalui tahapan yang sangat panjang. Keberadaan uranium itu sudah terkandung sejak kita belum lahir dan memang sudah ada sejak dulu,” kata Dadong, di Mamuju, Senin (19/2/2018).
Kemudian, lanjut Dadong proses penemuan bahan nuklir tersebut bermula dari proses penelitian dengan menggunakan sistem gread (tingkatan). Para Ahli berkeliling Indonesia dengan memanfaatkan peta sebagai petunjuk lalu melakukan observasi secara mendalam.
“Kita petak dengan bentuk persegi dengan menggunakan peta. Dan membaginya dalam konstruk 60 per 60 dalam bentuk kotak. Lalu setelah dilakukannya penelitian lebih mendalam dan memang terbukti kapasitasnya tinggi dibandingkan daerah lain. Misalnya saja di daerah lain tercatat 40 hingga 50 anosivet perjam. Tetapi rata – rata di Mamuju lebih tinggi dan mencapai 400 hingga 600,” bebernya.
Dia melanjutkan, sebagian bahan energi nuklir dalam uranium dapat berubah menjadi energi panas pada reaksi fisi di dalam reaktor. Energi panas tersebut dapat digunakan untuk menghasilkan energi listrik.
“Untuk lebih jelas penggunaan listriknya saya tak berani berspekulasi. Akan tetapi ada kemungkinan penggunaan bahan tersebut dijadikan energi pembaharu,” jelasnya.
Dadong juga menegaskan akan potensi PLTN dikawasan tersebut. Selain membutuhkan proses pembuktian lebih lanjut, dan kawasan tersebut juga belum berstatus sebagai cadangan terbukti. Meski penemuan tersebut memang benar adanya, akan tetapi, potensi nuklir itu belum dapat langsung dimanfaatkan karena belum terbukti dan belum diatur tata cara penggunannya dengan baik dan benar.
Uranium juga merupakan bahan bakar yang tidak serta merta langsung habis. Berbeda halnya dengan penggunaan bahan bakar pakai seperti minyak bumi, batu bara, atau gas. Sumberdaya alam jenis uranium pun dapat menghasilkan nuklir jenis lain, yaitu plutonium.
(monas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here