LensaSulawesi.com,Manado-Dosen dan Mahasiswa serta Ikatan Alimni Fakultas Peternakan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) mempertanyakan sambutan dan arahan WR3 Unsrat selaku Plt Dekan, yang juga Pelaksana tugas (Plt) Dekan Fakultas Peternakan Dr Ralfy Pinasang SH MH. Pada Rapat Kerja (Raker) Fakultas Peternakan hari Selasa 10 Maret 2026, Ralfy Pinasang mengatakan, bahwa akan ada pemilihan ulang Dekan Fakultas Peternakan berdasarkan hasil rapat dengan Rektor.
Padahal, pada pemilihan calon dekan 10 Desember 2025 lalu, Dr Sintya Umboh terpilih dengan suara terbanyak atau 27 suara. Disusul Dr Ir Erwin HB Sondakh 7 suara dan Nansi M Santa MSi IPM MEng memperolah suara 3. Dengan demikian, Calon Dekan Sintya Umboh berhak menduduki kursi nomor satu di Fakultas Peternakan Unsrat.
“Mengapa Plt menyatakan pemilihan ulang dekan? Ada apa? Mestinya Rektor Unsrat melantik dekan yang sudah terpilih,” sesuai ketentuan STSTUTA Unsrfat No. 44 thn 2018, kesal sejumlah dosen dan mahasiswa kepada media ini, Rabu (11/03/2026).
Sementara, WR3 Unsrat juga Plt Dekan Fakultas Peternakan Ralfy Pinasang tidak membantah arahan yang disampaikan di Raker tersebut. “Iya, dalam waktu dekat ya,” jawabnya via WhatsApp, Rabu (11/03/2026) siang ketika dikonfirmasi. Sebelumnya, dia meminta untuk tanyakan langsung ke Rektor.
Beberapa sumber baik dosen, alumni dan mahasiswa yang di temuai media ini, Rabu (11/03/2026), yang tidak mau menyebutkan nama mereka menyatakan bahwa, sangat kecewa jika dilaksanakan pemilihan ulang. Hal ini patut dipersoalkan karena tidak adanya transparansi dari pihak Rektor untuk memberikan alasan berdasarkan ketentuan Undang Undang yang berlaku.
Seharusnya pada tahap penilaian oleh tim yang ditunjuk Rektor dalam menilai Portofolio Bakal Calon Dekan sudah melalui tahapan sesuai ketentuan STATUA Unsrat. Lanjut beberapa sumber menyatakan, apabila terjadi pemilihan ulang, itu sudah pasti berhadapan dengan Hukum yang berlaku.
Beberapa sumber mengait-ngaitkan, bahwa dengan dipanggilnya Rektor Unsrat oleh pihak kepolisian akhir-akhir ini terkait beberapa masalah, dan membuat mental Rektor drop. “Pak Rektor sepertinya dalam tekanan,” jelas sumber seraya menambahkan bahwa, diduga, karena itulah Rektor harus meloloskan permintaan oknum tertentu yang bermain di belakang layar, hal itu berpotensi pada hukum dan berdampak kepada integritas seorang Rektor.
Sementara Rektor Unsrat melalui Humas, Max Rembang ketika dihubungi media ini, Rabu (11/03/2026) sore, justru belum mendapat informasi soal adanya pemilihan ulang.
“Saya belum dapat informasi akan ada pemilihan ulang. PR3 atau Plt Fakultas Peternakan belum memberikan informasi kepada saya. Ya, setahu saya, pelantikan Dekan Fakultas Peternakan terpilih masih ditunda karena adanya laporan dari masyarakat,” kata Rembang seraya meminta media ini, tulis saja atau beritakan apa yang disampaikan Plt Fakultas Peternakan itu.
Redaksi/ist





